Beranda » Keuangan Liverpool Dipertanyakan Karena Pelit di Bursa Transfer

Keuangan Liverpool Dipertanyakan Karena Pelit di Bursa Transfer

Mantan bek Liverpool, Markus Babbel mempertanyakan anggaran transfer klub. The Reds telah berinvestasi musim panas ini dengan mendatangkan bek tengan Prancis U-21, Ibrahima Konate dari RB Leipzig dalam kesepakatan senilai 36 juta Poundsterling.

Namun sayangnya, Babbel menilai hal itu saja tidak cukup. “Bagi saya, masalahnya adalah Liverpool terlihat seperti satu-satunya klub Inggris yang memiliki masalah pengeluaran pandemi,” kata Babbel kepada Goal.

“Chelsea ingin menghabiskan 150 juta paun untuk Haaland, Manchester City ingin menghabiskan banyak uang untuk pemain, tetapi Liverpool adalah satu-satunya klub yang melihat situasi keuangan,” lanjutnya.

Menurut Babbel, kondisi saat ini sangat memprihatinkan untuk sekelas Liverpool. The Reds pun disebut akan sulit bersaing di musim ini.

“Jika seorang pemain tersedia dan itu bukan uang besar, maka mereka akan melakukan sesuatu. Saya pesimistis apakah Jurgen Klopp 100% yakin ada pemain untuk Liverpool, tetapi ada situasi di depan di mana para pemain ini membutuhkannya, untuk memperjuangkan tempat mereka,” katanya.

“Masalahnya musim lalu adalah semua orang tahu bagaimana Liverpool bermain, apakah mereka bermain bagus atau tidak.”

Menurut Babbel, Liverpool lebih butuh persaingan di Internal agar pemain tidak stuck begitu saja dengan mereka.

“Mo Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane semuanya butuh tekanan. Diogo Jota membawa sesuatu yang berbeda, dan dia akhirnya menjadi striker terbaik dan tidak beruntung karena cedera.

“Dia adalah penyerang terbaik sejauh ini, tetapi ketika Anda melihat Liverpool, mereka memiliki banyak cedera di setiap posisi yang tidak membantu. Begitu mereka semua kembali, saya yakin mereka akan berjuang untuk gelar musim depan. “

Sebelumnya, legenda Liverpool yang bernama John Aldridge juga prihatin dengan pasifnya The Reds di bursa transfer musim panas ini.

“Saya sedikit khawatir dengan kurangnya gemuruh transfer di Liverpool, dan meskipun kedatangan Ibrahima Konate memperkuat lini pertahanan, mereka membutuhkan lebih banyak untuk menutup kesenjangan dengan Manchester City di Liga Inggris,” tulis Aldridge untuk Sunday World.

Liverpool mengakhiri musim dengan hasil lumayan, finis di tiga besar setelah terseok-seok. Namun, menurut Aldridge, Liverpool semestinya bisa lebih dari itu.

Jurgen Klopp pernah bersikeras jika dirinya memegang keputusan final soal masalah transfer masuk maupun keluar dari Liverpool. Tapi rupanya, pada musim kompetisi 2016-17, ucapan sang manajer baru belum terbukti.

Ya, jika ada satu hal yang ingin dikatakan soal komite transfer Liverpool pada musim panas ini. Tentunya bukan masalah pada siapa yang ingin didatangkan atau berapa banyak dana yang akan dihabiskan. Secara sederhana adalah: menjauh dari media sosial.

Seperti dilaporkan oleh Liverpool Echo, kabar terbaru ditolaknya proposal penawaran The Reds yang ingin membeli fullback muda Leicester City, Ben Chilwell, seharga 7 juta Poundsterling, kini malah jadi bahan candaan dan tertawaan fans klub ini, Liverpudlian.

Karena penolakan itu didasari pada komitmen klub jawara Liga Inggris tersebut yang ogah berbisnis transfer pemain yang harganya di bawah 10 juta Poundsterling.

Masa sih kalau memang sudah berminat, pemilik Liverpool ogah mengeluarkan duit segitu? Apakah ‘Si Merah’ tengah berada dalam masa berhemat?

Supporter lalu mempertanyakan hal tersebut dan siapa yang ada di balik pengambilan keputusan menawar pemain muda penuh talenta itu hanya di anka 7 juta Poundterling.

Karena fakta lain menyebutkan bahwa The Reds siap menggelontorkan dana besar untuk menghadirkan Sadio Mane dan Piotr Zielinski.

whiskeyyourway

Kembali ke atas